Hari Bapak Pramuka Kwarran Guka

Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Gunung Kaler Mengucapkan “Selamat Hari Bapak Pramuka”

12 april 1992 -12 april 2021

Jasamu selamnya terpatri, abadi dan menjadi sejarah Gerakan PramukaHari Bapak Pramuka

Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912-Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau  adalah ketua kwartir nasional gerakan pramuka yang pertama dan kini di akui sebagai “bapak pramuka indonesia” Beliau jugalah yang menerima panji gerakan pramuka dari tangan presiden soekarno pada 14 agustus 1961 didepan istana Negara. Berikut Apa Kata Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang disampaikankan ketika memberikan sambutan pada musyawarah nasional gerakan pramuka 1978 di bukit tinggi sumatera barat.

Sambutan sri sultan hamengku buwono IX Tersebut dikutip dengan hanya menyesuaikan dengan tanda tanda baca dan ejaan saja serta memberikan informasi tambahan didalam kurung untuk mempermudah pembaca mengikutinya selamat membaca.

Saudara saudara, reakan – rekan, Pembina, para peserta munas yang kami hormati. Sebagai mana sudara-saudara ketahui sebelum terbentuknya gerakan pramuka, sejak tahun 1950 kehidupan organisasi kepanduan seperti halnya dengan organisasi politik dan massa, berkembang sangant pesat sehingga dalam waktu 10 tahun jumlah organisasi kepanduan tercatat lebih dari 60 macam. Kebanyakan dari organisasi kepanduan itu adalah onderbouw dari parol-parpol dan ormas-ormas.

Kira-kira pada tahun 1957 bung karno selaku presiden pernah mngadakan pembicaraan dengan kami yang maksudnya menganjurkan agar dapatlah kepanduan yang baru, yang tunggal dan nasional, dengan mempersatukan organisasi-organisasi “girls scouts dan boys scouts” pada tahun 1960 di usahakan untuk mempersatukan IPINDO (sebuah badan federasi kepanduan putera) Dengan PKPI dan POPPINDO (dua buah badan federasi kepanduan puteri) menjadi satu badan federasi kepanduan untuk putera maupun puteri yang deberi nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Tetapi sayang sekali, bahwa diluar masih banyak organisasi-organisasi kepanduan yang tidak mau bergabung dengan PERKINDO.

clip_image002

Baru pada tahun 1961 atas intruksi presiden merangkap mandataris MPRS terjelmalah suatu organisasi kepanduan dengan nama gerakan pramuka, yang mempunyai tujuan baru, coraknya baru, fungsinya baru, dan cara bekerjanya pun baru. Prinsip-prinsip dasarnya msih dipegang teguh, hanya pelaksanaan disesuaikan dengan kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Contohnya dalam menanamkan jiwa patriotisme maka :

· Salam pramuka tidak lagi dengan tiga jari, melainkan dengan lima jari, untuk mengingatkan setiap pramuka akan falsafah Negara kita pancasila.

· Warna setengan leher pramuka kita tetapkan merah putih, dengan maksud untuk disesuaikan dengan warna bendera kebangsaan kita sang merah putih

· Warna pakaian seragam, kita pilih warna cokelat muda dan cokelat tua, yaitu warna seragam badan-badan dan lascar-laskar perjuangan kemerdekaan pada waktu revolusi fisik mempertahankan kelestarian hidup Negara, Republik Indonesia, yang kita priklamsikan pada tanggal 17 agustus tahun 1945. Segala sesuatunya dimaksudkan untuk mensimbolisir jiwa patriotism, dan para pramuka selalu ingat kepada perjuangan para pahlawan kita. Tugas kita adalah untuk melanjutkan perjuangan pratriotik dari pahlawan-pahlawan kita.

· Cara bersalam-salaman atau berjabat tangan, kita tidak menggunakan tangan kiri seperti yang dibiasakan para pandu sebelum pramuka. Melainkan dengan tangan kanan ini karena dilihat dari segi adat istiadat dan etika bangsa kita bersalaman dengan tangan kiri dianggap kurang sopan.

· Mengapa kita pakai tunas kelapa sebagai lambing gerakan pramuka? Karena pohon kelapa sejak zaman dahulu telah dikenal sebagai pohon yang sangat berguna dan dibutuhkan untuk kehidupan manusia oleh bangsa kita Indonesia. Itu semua dimaksudkan agar kehadiran gerakan pramuka dapat diterima dan mendapat respons dari semua golongan masayarakat kita, baik yang ada dikot-kota maupun yang ada didesa-desa.

Usaha pembaharuan dalam system kepramukaan it uterus kita kembangkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Usaha yang pembaharuan demikian itu pada tahun 1971 di forum internasional kita beberkan melalui siding umum konperensi kepramukaan sedunia (World Scout Conference-Red) yang diselenggarakan di Tokyo, jepang ternyata mendapat sambutan yang sangat besar dari segenap peserta World Conference itu. Sejak saat itu gerakan pramuka dianggap sebagai pelopor dari usaha pembaharuan didunia kepramukaan, dan banyak organisasi kepramukaan dari berbagai Negara mengirimkan orang-orangnya ke Indonesia, termasuk Dr. Laszlo Nagy (Sekretaris Jenderal Kepramukaan sedunia Pada saat itu-Red) sudah sering kali keindonesia untuk mempelajari dan meniru apa yang diperbuat oleh gerakan pramuka.

Ini merupakan suatu pertanggung jawaban yang sangat besar bagi kita. Kita sendiri masih harus banyak lagi persoalan dan kesulitan, tetapi kita berjalan terus. Kita waktu itu belum mendapatkan bantuan dean fasilitas dari pemerintah seperti sekarang. Oleh karenanya saudara-saudara kita daerah-daerah harus terpaksa berusaha sendiri untuk memelihara kehidupan gerakan pramuka. Tujuan kita adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia untuk menjadi warga Negara yang baik dan menjadi tenaga-tenaga pembangunan bagi Negara dan bangsanya. Kita harus tetap konsekuen untuk berdiri diatas prinsip itu. Setiap gerak dan usaha kita harus dinilai dengan norma-norma pendidikan dan untuk tujuan pendidikan.

Gugus depan harus benar-benar merupakan tempat yang paling depan bagi usaha pendidikan kita. Tempat bagi anak-anak dan pemuda-pemuda menyelenggarakan kegiatan yang dipimpin sendiri oleh anak-anak dan pemuda-pemuda. Sebutan pemimpin sengaja diberikan kepada anak-anak dan pemuda-pemuda, bukan kepada Pembina-pembina (karena para Pembina-Red) tidak memberikan peritah, melainkan memberikan pengarahan dan dorongan, memberikan bimbingan dan bombongan.

Dalam hal ini kwarnas yang akan datang harus memberikan perhatian terutama kepada gugus depan-gugus depan, tidak saja dalam memberikan fasilitas, tetapi juga dalam hal mengsahakan Pembina yang memenuhi syarat.

Menteri muda urusan pemuda Abdul Gafur telah menyinggung-menyinggung bahwa pendidikan kepramukaan dirasakan sngat monoton. Ini tidak dapat disalahkan, karean jumlah dan mutu para Pembina kita kenyataanya memang masih belum seperti yang kita harapkan. Untuk inilah kita mengharapkan kepada kwarcab, kwarda, kwarnas perlu mengadakan understanding dan kerjasama sebaik-baiknya dengan para pejabat pemerintah setempat dalam rangka mengisi acara-acara kepramukaan dengan program pembangunan masyarakat sesuai pola pemerataan.

Demikianlah saudara-saudara sekalian, kami harap dalam pembahasan disidang-sidang kelompok maupun pleno nanti, semangat kepramukaan tetap bergelora sehingga dapatlah diciptakan suasana persaudaraan dan harga menghargai meskipun hati boleh panas. Sekian, semoga tuhan yang maha esa memberkahi usaha kita.